facewoman

Update Gempa Aceh 2012 Versi PMI





JAKARTA - Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin Muhammad Hadi mengatakan terjadinya gempa bukan karena adanya patahan lempengan bumi namun karena terjadinya sesar geser dipermukaan kulit bumi.

"Gempa disertai gelombang air laut itu terjadi karena adanya Sesar Geser di permukaan kulit bumi yang merupakan pergerakan horizontal," ungkap Arifin kepada wartawan di PMI Pusat, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2012) malam.

Menurutnya, gempa yang berpotensi tsunami itu terlihat 20 menit setelah kejadian. Namun setelah 20 menit, diakuinya ketinggian air laut saat itu tidak terlalu tinggi dan masuk dalam kategori kecil atau rendah.


Saat ini, lanjutnya, PMI terus memantau sejumlah daerah pesisir di 5 provinsi Sumatera, yaitu Pesisir Selatan dan Mentawai (Sumatera Barat), Simelue, Banda Aceh, Aceh Besar, Calang, Tenim, dan Lamno (Aceh), Nias dan Sibolga (Sumatera Utara), Lampung Barat (Lampung), Kabupaten Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dan Bengkulu Selatan (Bengkulu).

Sementara itu, Andrian, Koordinator Posko PMI Pusat menambahkan pengungsi di Padang yang panik masih beradi di perbukitan.

"Laporan terbaru dari relawan PMI pukul 20.00 WIB, warga Padang masih berada di wilayah perbukitan dan belum berani turun," jelas Andrian.

Berdasarkan update PMI Pusat yang bersumber dari USGS, gempa terjadi pertama kali pada 15.38 WIB dengan skala 8,9 SR, pukul 16.28 WIB dengan skala 6,1 SR. Pukul 16.48 WIB dengan skala 6,2 SR, pukul 17.09 WIB pada 6,1 SR, dan 17.21 WIB gempa berkekuatan 5,7 SR. Sementara pukul 17.43.06 WIB meningkat jadi 8,8 SR. Kemudian 17.43.06 WIB menurun 8,1 SR dan 17.50 WIB menjadi 6,5 SR.

Kemudian, pada pukul 18.34 WIB kembali terjadi gempa dengan kekuatan 5,4 SR, dan pukul 18.52 WIB kekuatan menurun 5,3 SR. Namun pada 18.53 WIB gempa melonjak jadi 5,7 SR. Namun pada pukul 19.10 WIB dan 19.21 WIB terjadi gempa susulan ke 12 dan 13 dengan kekuatan yang sama, yaitu 5,1 SR. 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar