facewoman

Perbincangan terakhir Bill Gates dan Steve Jobs




Bill Gates dan Steve Jobs memang dikenal sebagai dua individu yang menjadi ikon industri teknologi. Walaupun dikenal sebagai rival di industri komputer, yang ditandai persaingan Mac dengan Windows, tapi Bill Gates juga dikenal bersahabat dengan Steve Jobs.

Dalam buku biografi "Steve Jobs" yang ditulis Walter Issacson, Bill Gates disebut mengunjungi rumah Steve Jobs. Keduanya pun kemudian terlibat pembicaraan yang dalam mengenai kehidupan, pekerjaan, dan keluarga, beberapa minggu sebelum Jobs meninggal.

Tapi apa yang sebenarnya mereka bicarakan?

Dalam sebuah wawancara kepada ABC News dan Yahoo News, Gates pun mengungkapkan pembicaraan dua jenius dari Silicon Valley ini.

Menurut Gates, mereka berdua sangat senang mengobrol, dengan Jobs terkadang melemparkan topik yang sangat menstimulasi hingga obrolan menjadi panjang.

"(Saat itu) kami bicara tentang keluarga kami, dan betapa beruntungnya kami, dalam arti bersama perempuan yang kami nikahi. Itu merupakan pembicaraan santai yang sangat hebat," kenang Bill Gates.

Gates pun mengakui kematian Jobs sangat berdampak kepadanya. "Sangat aneh memiliki seseorang yang sangat berpengaruh dan membuat perubahan besar, dan telah.. sangat terasa kehadirannya, dan kemudian mendapatkannya telah tiada," tutur mantan orang terkaya di dunia ini.

"Ini pasti akan membuat Anda berpikir, 'Wow, kita memang semakin tua.'," ucap Gates. "Ini membuat saya ingat untuk terus melakukan hal penting, karena kita memiliki waktu yang terbatas."

Hubungan Gates dan Steve Jobs memang naik-turun. Dalam biografi "Steve Jobs", keduanya bahkan pernah bertengkar hebat saat Jobs menuduh Gates meniru Apple saat membuat Windows.

Saat itu, Bill Gates pun menjawab tuduhan Steve Jobs dengan santai.

"Begini, Steve. Saya pikir ini seperti kita punya tetangga kaya yang bernama Xerox. Saya berusaha menyusup masuk ke dalam rumahnya untuk mencuri TV, tapi saat saya ada di dalam saya baru tahu kalau kamu sudah mencuri TV itu," ujar Bill Gates kepada Steve Jobs.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar